| Wednesday, 17 February 2010 Siang itu,14 Februari 2010,saya mendarat di Bandara Kota Bharu, Negeri Kelantan. Saya datang ke Kelantan atas undangan Departemen Penerangan Kerajaan Negeri Kelantan,sebagai pembicara ahli dalam acara talkshow berjudul, Selebriti Sebagai Ikon Masyarakat dalam momen Festival Hiburan Islami. Juga diundang untuk memberi kuliah umum di Masjid Kerajaan. Tiba di bandara panitia sudah datang menjemput.Mereka terdiri dua orang gadis dan dua orang lelaki. Ramah dan baik. Saya langsung diajak untuk menemui tokoh paling dihormati di Negeri Kelantan, yaitu seorang ulama kharismatik yang juga menjabat sebagai Menteri Besar Kerajaan Negeri Kelantan,yaitu Tuan Guru Dato’ Haji Nik Abdul Aziz Bin Nik Mat. Di rumah dinas, tempat Menteri Besar biasa menerima tamu, para wartawan dari media cetak dan elektonik telah menunggu.Ternyata di sana sudah datang terlebih dahulu seorang artis dan penyanyi terkemuka Malaysia yang kini setia mengenalkan jilbab, yaitu Wardina Shafiyyah. Tuan Guru Nik Abdul Aziz menyambut dengan senyum yang mengembang. Kharismanya sebagai seorang ulama tampak jelas.Sayangnya beliau tidak bisa berlama-lama menemani. Sebab saya datang memang terlambat. Saya sampai di Kota Bharu pukul 12 siang lebih,yang semestinya dijadwalkan pukul 11 siang.Penyebab keterlambatan itu adalah pesawat Malaysian Air Lines yang tidak tepat waktu.Semestinya terbang dari KLIA ke Kota Bharu pukul 10.00 ternyata baru terbang pukul 11.20. Saya dijadwalkan bertemu dan berbincang dengan Menteri Besar Tuan Guru Nik Abdul Aziz pukul 11.00,dan beliau ternyata sudah menunggu sejak pukul sebelas. Beliau pun masih setia menunggu sampai saya datang. Hanya saja tidak bisa berlama-lama menemani,sebab ada tamu lain yang juga harus beliau temui. Sementara beliau menemui tamu yang lain, saya yang baru datang diminta untuk menyantap hidangan makan siang bersama Wardina Shafiyyah dan suaminya.Sebelum makan siang, para wartawan minta konferensi pers.Banyak pertanyaan yang diajukan seputar perkembangan perfilman di Indonesia. Ada juga yang bertanya tentang proses pembuatan film berkarakter seperti Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat Ayat Cinta. Saya sempat menunggu-nunggu adakah wartawan yang akan menanyakan hal berkaitan dengan Manohara. Sebab saya sedang berada di tempat Manohara pernah membuat kisah yang banyak mendapat perhatian di Indonesia.Ternyata tidak ada satu pun yang menyinggung masalah itu.Semuanya fokus menanyakan segala hal yang berkaitan dengan seluk beluk perfilman dan sastra. Adzan dhuhur berkumandang, Menteri Besar mengajak shalat berjamaah. Saya tidak ikut karena ada bagian dari pakaian saya yang kotor, saya memilih untuk menjama’ shalat dengan jama’ ta`khir.Selesai shalat berjamaah Menteri Besar kembali menemui saya. Kami berbincang- bincang sebentar. Lalu bagian dokumentasi Kerajaan Negeri Kelantan meminta saya berfoto bersama Menteri Besar Tuan Guru Nik Abdul Aziz. Setelah itu panitia mengajak saya langsung ke acara inti yaitu talk show di KB Mall Kota Bharu Kelantan. Panitia memberi tahu pengunjung telah membludak.Saya meminta pengertian panitia untuk membawa saya ke hotel dulu.Sebab saya baru tiba dari bandara, saya perlu cuci muka dang anti pakaian. Sebenarnya sejak awal saya ingin ke hotel dulu dan berpakaian lebih rapi ketika bertemu dengan Tuan Guru Nik Abdul Aziz. Tetapi waktu tidak memungkinkan, Tuan Guru sudah lama menunggu. Akhirnya saya ikut saja. Maka ketika saya diajak langsung ke KB Mall, saya minta pengertian panitia. Dan mereka setuju. Saya dibawa ke Kelantan Trade Centre untuk membersihkan badan dan ganti pakaian. Acara talk show di KB Mall berjalan hangat.Pengunjung membludak. Yang unik adalah background panggung dan hiasan Mall seratus persen bernuansa China. Karena hari itu memang bertepatan tahun baru China. Akan tetapi acara sesungguhnya adalah Festival Hari Hiburan Islam. Dalam acara itu tampak jelas kerinduan masyarakat Malaysia akan hadirnya film-film Islami di Malaysia. Masyarakat Malaysia mengakui dalam hal kreatifitas pembuatan film Islami pun Malaysia masih tertinggal beberapa langkah dari Indonesia. Mereka takjub dengan yang terjadi di Indonesia.Mereka merindukan adanya audisi pemilihan bintang film yang bermoral seperti yang dilakukan di Indonesia melalui film Ketika Cinta Bertasbih. Hari berikutnya, saya menyempatkan diri melihat rumah kediaman Menteri BEsar sederhana dan paling bersih di Malaysia. Saya memang ingin melihat langsung seperti apa rumah tokoh besar yang namanya tercatat dalam 50 tokoh Islam berpengaruh didunia dan dimuat dalam buku berjudul ”The 500 Most Influential Muslims” yang dieditori oleh Prof. John L Esposito dan Prof Ibrahim Kalin. Rumah MEnteri BEsar Nik Abdul Aziz memang biasa saja, sama dengan umumnya rakyat Malaysia. Rumah itu ada di samping masjid, berada di komplek lembaga pendidikan yang didirikannya. Tak ada penjaga.Tak ada protokoler.Tak ada polisi yang tampak. Benar-benar biasa. Siapa pun bisa menemui Menteri BEsar ini jika beliau ada di rumah. Siang itu beliau tidak ada di rumah. Saya memang tidak membuat janji untuk itu. Saya ditemui salah satu putra beliau yang juga bersahaja. Dari cerita orang-orang Kelantan, ternyata Menteri Besar Dato` Nik Abdul Aziz dikenal orang yang sangat dekat dengan segala lapisan masyarakat. Ada kebiasaan unik yang dilakukan pemimpin paling kharismatik di Malaysia ini. Setiap hari Jumàt, tepatnya setelah shalat shubuh, Menteri Besar yang juga ulama besar ini selalu menyediakan diri menjadi tukang cukur bagi rakyatnya. Maka tak heran, jika setiap hari Jumàt, masyarakat berdatangan shalat shubuh di masjid beliau, dan beliau yang menjadi imam shalat. Selesai shalat shubuh puluhan orang bersiap diri untuk dicukur rambutnya oleh beliau. Dan beliau melakukan hal itu dengan penuh rasa sayang pada rakyatnya. Kebiasaan beliau yang lain. Selama ada di kantornya,jika bukan untuk urusan Negara maka beliau akan mematikan semua fasilitas yang ada di sana. Misalnya jika dia harus shalat pada waktu malam, karena shalat adalah urusan pribadi dan bukan urusan Negara,dia mematikan lampu dan AC yang ada di ruangannya. Kepribadian ini mengingatkan pada kepribadian Umar bin Abdul Aziz. Tak heran jika Dato` Nik Abdul Aziz ini,pada tahun 1998 dinobatkan oleh Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) sebagai Menteri Besar - kalau di Indonesia sepadan dengan gubernur- yang memiliki reputasi paling bersih di Malaysia.Anugerah itu diberikan sebagai penghargaan atas usaha beliau menentang gejala bentuk suap dan korupsi selama memerintah Negeri Kelantan selama hampir 18 tahun. Tiga hari saya berada di Malaysia, dan saya menjumpai betapa cintanya penduduk Kelantan pada Tuan Guru mereka,kepada ulama mereka yang juga menjadi Menteri Besar mereka. Ada kalimat Tuan Guru Dato` Haji Nik Abdul Aziz yang diingat selalu oleh rakyatnya, yaitu, ”Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menyatukan hati banyak orang. Bukan pemimpin yang hanya mampu menggunakan kekuasaannya untuk membatasi ini dan itu. ” Selama tiga hari juga,saya masih penasaran kenapa tidak satu orang pun yang menyinggung Manohara. Akhirnya pada suatu jamuan makan bersama beberapa panita, salah seorang dari mereka menanyakan kasus Manohara. Dia bertanya, apakah citra Kelantan sedemikian buruk di Indonesia. Saya jawab,mungkin iya.Tampak dia agak sedih. Saya lalu balik bertanya sebenarnya bagaimana masyarakat Kelantan memandang kasus Manohara? Orang itu menjawab,mayoritas masyakarat Kelantan tidak tahu menahu tentang kasus Manohara. Tidak ada beritanya sama sekali di Kelantan.Dan itu juga bukan urusan pihak Kerajaan Negeri Kelantan, tetapi itu urusan dalam rumah tangga Istana Raja. Dia sendiri memandang tidak ada yang bisa dibenarkan dalam kasus Manohara.Menurut dia keduaduanya salah. Dia berkata,”Mereka bertemu secara tidak baik-baik,dan berpisah juga dengan tidak baikbaik. Itu masalah dua anak kecil yang tidak baik,tetapi disangkutpautkan dengan negara.’ Paling tidak mendengar hal itu, saya telah mengetahui satu sudut pandang masyarakat Kelantan tentang kasus itu. Kenyataan yang saya temui, masyarakat awam Melayu Kelantan sangat menghargai bangsa Indonesia. Dan masih mengakui Indonesia sebagai bangsa besar. Seorang di antara mereka dengan jujur mengatakan kepada saya, ”Indonesia adalah ikon Islam di Asia Tenggara.Jika Indonesia tegak, maka umat Islam di Asia Tenggara termasuk Malaysia tegak. Jika Indonesia runtuh yang lain juga akan runtuh.” Habiburrahman El Shirazy http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ content/view/ 305020/ |
Sunday, February 28, 2010
cerita dari Kelantan
Sunday, January 17, 2010
sungguh, hati ini tersentuh!
Tujuan kita adalah satu, iaitu saat berjumpa dengan Rabbul 'Alamin. Berakhir seluruh apa yang kita lewati dari kehidupan dunia kepada tujuan tunggalnya iaitu berjumpa dengan Allah.
Ingatlah akan datang suatu saat bibir kita tidak bisa lagi bergetar menyebut nama Allah. Di saat itu, kita diturunkan ke dalam kubur kita dan wajah kita dibuka dan wajah kita diciumkan ke tembok kubur kita lalu kita dikuburkan dan ditinggalkan oleh semua kerabat.
Di saat itu tidak ada kekasih...
Di saat itu tidak ada jawatan...
Di saat itu tidak ada harta...
Di saat itulah kita sendiri dan di saat itulah beruntung mereka yang selalu berzikir, yang selalu mengingat Allah dan Allah mengingatnya, yang merindukan Allah dan Allah merindukannya. Dialah yang Maha Baik, Dialah yang Maha Mulia.
Setelah kita diberi kehidupan, diberi jasad, lantas Allah meminjamkan pula dunia berserta isinya, meminjamkan daratan, meminjamkan haiwan dan tumbuhan, meminjamkan air dan lautan yan kesemuanya adalah milik Allah.
Kita tidak menyewanya, tidak pula membelinya, tidak pula berdo'a untuk meminjamnya, Allah yang memberinya sebelum kita meminta. Sedemikian luasnya nikmat Ilahi dan kasih sayang-Nya melebihi semua kasih sayang ibunda kita kepada kita, melebihi kasih sayang kekasih kita kepada kita.
Jangan tahan lidahmu dari menyebut nama Allah...
Jangan berat menyebut nama Allah...
Dosa apakah yang membuat lidah kita berat menyebut nama Allah?
Kami berlindung kepada-Mu dari pedihnya siksa kubur, kami berlindung dari-Mu dari pedihnya siksa neraka. Pastikan kami selamat dari ini semua...
memetik kata-kata Al-Habib Munzir Al-Musawa yang benar-benar menyentuh qalbi...Allahuakabar!! Subhanallah!! Matikan kami semua dalam husnul khotimah ya Allah..bantulah aku, keluargaku, sahabatku, guruku serta kami semua muslimin muslimat untuk sentiasa mengingati-Mu, bersyukur kepada-Mu, ber'ibadah yang sebaiknya kepada-Mu...
Ya Allah, kami pohonkan kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, kehormatan diri dan kecukupan...
Ingatlah akan datang suatu saat bibir kita tidak bisa lagi bergetar menyebut nama Allah. Di saat itu, kita diturunkan ke dalam kubur kita dan wajah kita dibuka dan wajah kita diciumkan ke tembok kubur kita lalu kita dikuburkan dan ditinggalkan oleh semua kerabat.
Di saat itu tidak ada kekasih...
Di saat itu tidak ada jawatan...
Di saat itu tidak ada harta...
Di saat itulah kita sendiri dan di saat itulah beruntung mereka yang selalu berzikir, yang selalu mengingat Allah dan Allah mengingatnya, yang merindukan Allah dan Allah merindukannya. Dialah yang Maha Baik, Dialah yang Maha Mulia.
Setelah kita diberi kehidupan, diberi jasad, lantas Allah meminjamkan pula dunia berserta isinya, meminjamkan daratan, meminjamkan haiwan dan tumbuhan, meminjamkan air dan lautan yan kesemuanya adalah milik Allah.
Kita tidak menyewanya, tidak pula membelinya, tidak pula berdo'a untuk meminjamnya, Allah yang memberinya sebelum kita meminta. Sedemikian luasnya nikmat Ilahi dan kasih sayang-Nya melebihi semua kasih sayang ibunda kita kepada kita, melebihi kasih sayang kekasih kita kepada kita.
Jangan tahan lidahmu dari menyebut nama Allah...
Jangan berat menyebut nama Allah...
Dosa apakah yang membuat lidah kita berat menyebut nama Allah?
Kami berlindung kepada-Mu dari pedihnya siksa kubur, kami berlindung dari-Mu dari pedihnya siksa neraka. Pastikan kami selamat dari ini semua...
memetik kata-kata Al-Habib Munzir Al-Musawa yang benar-benar menyentuh qalbi...Allahuakabar!! Subhanallah!! Matikan kami semua dalam husnul khotimah ya Allah..bantulah aku, keluargaku, sahabatku, guruku serta kami semua muslimin muslimat untuk sentiasa mengingati-Mu, bersyukur kepada-Mu, ber'ibadah yang sebaiknya kepada-Mu...
Ya Allah, kami pohonkan kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, kehormatan diri dan kecukupan...
Tuesday, December 8, 2009
first day in second semester
segala puja dan puji yang sebenar-benarnya untuk Allah SWT..selawat dan salam buat semulia-mulia makhluk-Nya, Nabi Muhammad SAW, begitu juga keluarga dan sahabatnya..
alhamdulillah hari pertama 2nd sem bermula dengan baik semalam..lecture pertama yang memulakan sem baruku ini cukup interesting iaitu subjek UNGS 2040 (ISLAM: KNOWLEDGE & CIVILIZATION)..walaupun ada gelaran doktor falsafah pada namanya, tapi lecturerku ini ingin dirinya dipanggil Bro. razak only..katanya, panggilan doktor seakan-akan menyediakan gap untuk student mendekati lecturer..bila panggil bro. ada nilai brotherhood di antara student dengan lecturer katanya..apepun, lecture yang menarik sebab dia pandai menghidupkan suasana dan mewujudkan perbincangan dua hala..ibaratnya give-and-take situationla...untuk first lecture ni, just introduction..banyak persoalan yang dia kemukakan antaranya what is knowledge? what kind of knowledge should we have? how do you know what you know? when you can be certain that your knowledge is the truth? agak hangat juga antara kami memberi respon...tapi all those questions tak terjawab lagi sebab semua tu akan terjawab on the following lecture..semalam kami semua hanya di'provoke' terlebih dahulu dengan macam-macam soalan supaya kami dapat gambaran tentang apa yang bakal dirungkai dan dipelajari dalam subjek UNGS 2040..
habis je lecture Ungs semalam, terus je ke library..ingatkan nak cari required book for subject ungs sebab bro. razak cakap method of teaching dia adalah we have to find books in library..salah satu sebab, katanya dia tak nak melahirkan student yang tak tahu langsung kat mana library sehingga dah dapat ijazah disebabkan 100% bergantung dengan internet..surf dekat OPAC pon tak ada...pegi cari dekat rak pon tak ada..mungkin ada kat library uia gombak kot..lain yang dicari lain pula yang dijumpai..Allah gerakkan hati nak tengok satu buku ni..tajuknya, "PEDOMAN ORANG TAKWA" karya Imam Ghazali..belek-belek sepintas lalu macam best je, lagi pon time tak busy ni la lagi best nak baca..so pinjamla buku ni..
menariknya, kandungan awal buku ni menekankan tentang pelajar dan kaitannya dengan menuntut 'ilmu..memang kena dengan diri sendiri nak-nak lagi baru je mulakan sem baru..kat sini, nak share sedikit kata-kata Syaikh Imam Alim-Allamah Hujjatul-Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi:
"ketahuilah wahai para pelajar yang rajin dan bersungguh-sungguh menuntut 'ilmu! oleh kerana kesungguhanmu hendak mencari 'ilmu pengetahuan pastikanlah terlebih dahulu bahawa niatmu itu berada di atas landasan yang lurus.
jangan sampai terjadi menuntut 'ilmu itu dengan niat untuk berbangga dan angkuh terhadap teman sejawatmu, untuk menarik perhatian orang terhadap dirimu, apa lagi untuk meraih dan mengumpulkan ni'mat duniawi yang hampa ini.
jika demikianlah halnya tujuan niatmu itu, bererti anda seorang yang sedang berusaha meruntuhkan agamamu dan untuk menjerumuskan dirimu sendiri, serta menjual akhiratmu yang abadi dengan kepentingan dunia yang bersifat nisbi ini.
pastilah perniagaanmu akan bankrap dan daganganmu pun akan kerugian besar. gurumu yang turut membantu niatmu itu juga akan ikut berkongsi dalam kerugianmu. tidak ubahnya seperti seorang yang menjual senjata kepada penyamun, iapun tidak terlepas dari bersubahat juga. sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi s.a.w.:
'sesiapa yang membantu sesuatu perbuatan maksiat walaupun dengan sepatah perkataan, ia dikira telah turut berkongsi di dalamnya.'
sebaliknya jika niat dan tujuanmu - Allah dan dirimu sajalah yang lebih mengetahuinya, kerana hendak mencari hidayat - petunjuk, bukannya sekadar hendak memungut keterangan, maka gembirakanlah hatimu!
sebab apabila anda berjalan ke tempat 'ilmu itu, anda akan dipayungi oleh para malaikat dengan sayapnya, malah ikan-ikan di air pun akan memohonkan pengampunan kepada Allah agar terkabul niat sucimu itu."
itulah kata-kata yang membuat hati ini terusik dan kembali memikirkan tujuan diri menuntut 'ilmu seterusnya untuk sentiasa mentajdidkan niat di hati dalam apa jua yang ingin dilakukan..
sabda Nabi s.a.w.: "barangsiapa yang semakin bertambah 'ilmunya tetapi tidak bertambah petunjuknya, tidaklah ia bertambah hampir kepada Allah melainkan semakin jauh lagi."
wallahua'lam
alhamdulillah hari pertama 2nd sem bermula dengan baik semalam..lecture pertama yang memulakan sem baruku ini cukup interesting iaitu subjek UNGS 2040 (ISLAM: KNOWLEDGE & CIVILIZATION)..walaupun ada gelaran doktor falsafah pada namanya, tapi lecturerku ini ingin dirinya dipanggil Bro. razak only..katanya, panggilan doktor seakan-akan menyediakan gap untuk student mendekati lecturer..bila panggil bro. ada nilai brotherhood di antara student dengan lecturer katanya..apepun, lecture yang menarik sebab dia pandai menghidupkan suasana dan mewujudkan perbincangan dua hala..ibaratnya give-and-take situationla...untuk first lecture ni, just introduction..banyak persoalan yang dia kemukakan antaranya what is knowledge? what kind of knowledge should we have? how do you know what you know? when you can be certain that your knowledge is the truth? agak hangat juga antara kami memberi respon...tapi all those questions tak terjawab lagi sebab semua tu akan terjawab on the following lecture..semalam kami semua hanya di'provoke' terlebih dahulu dengan macam-macam soalan supaya kami dapat gambaran tentang apa yang bakal dirungkai dan dipelajari dalam subjek UNGS 2040..
habis je lecture Ungs semalam, terus je ke library..ingatkan nak cari required book for subject ungs sebab bro. razak cakap method of teaching dia adalah we have to find books in library..salah satu sebab, katanya dia tak nak melahirkan student yang tak tahu langsung kat mana library sehingga dah dapat ijazah disebabkan 100% bergantung dengan internet..surf dekat OPAC pon tak ada...pegi cari dekat rak pon tak ada..mungkin ada kat library uia gombak kot..lain yang dicari lain pula yang dijumpai..Allah gerakkan hati nak tengok satu buku ni..tajuknya, "PEDOMAN ORANG TAKWA" karya Imam Ghazali..belek-belek sepintas lalu macam best je, lagi pon time tak busy ni la lagi best nak baca..so pinjamla buku ni..
menariknya, kandungan awal buku ni menekankan tentang pelajar dan kaitannya dengan menuntut 'ilmu..memang kena dengan diri sendiri nak-nak lagi baru je mulakan sem baru..kat sini, nak share sedikit kata-kata Syaikh Imam Alim-Allamah Hujjatul-Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi:
"ketahuilah wahai para pelajar yang rajin dan bersungguh-sungguh menuntut 'ilmu! oleh kerana kesungguhanmu hendak mencari 'ilmu pengetahuan pastikanlah terlebih dahulu bahawa niatmu itu berada di atas landasan yang lurus.
jangan sampai terjadi menuntut 'ilmu itu dengan niat untuk berbangga dan angkuh terhadap teman sejawatmu, untuk menarik perhatian orang terhadap dirimu, apa lagi untuk meraih dan mengumpulkan ni'mat duniawi yang hampa ini.
jika demikianlah halnya tujuan niatmu itu, bererti anda seorang yang sedang berusaha meruntuhkan agamamu dan untuk menjerumuskan dirimu sendiri, serta menjual akhiratmu yang abadi dengan kepentingan dunia yang bersifat nisbi ini.
pastilah perniagaanmu akan bankrap dan daganganmu pun akan kerugian besar. gurumu yang turut membantu niatmu itu juga akan ikut berkongsi dalam kerugianmu. tidak ubahnya seperti seorang yang menjual senjata kepada penyamun, iapun tidak terlepas dari bersubahat juga. sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi s.a.w.:
'sesiapa yang membantu sesuatu perbuatan maksiat walaupun dengan sepatah perkataan, ia dikira telah turut berkongsi di dalamnya.'
sebaliknya jika niat dan tujuanmu - Allah dan dirimu sajalah yang lebih mengetahuinya, kerana hendak mencari hidayat - petunjuk, bukannya sekadar hendak memungut keterangan, maka gembirakanlah hatimu!
sebab apabila anda berjalan ke tempat 'ilmu itu, anda akan dipayungi oleh para malaikat dengan sayapnya, malah ikan-ikan di air pun akan memohonkan pengampunan kepada Allah agar terkabul niat sucimu itu."
itulah kata-kata yang membuat hati ini terusik dan kembali memikirkan tujuan diri menuntut 'ilmu seterusnya untuk sentiasa mentajdidkan niat di hati dalam apa jua yang ingin dilakukan..
sabda Nabi s.a.w.: "barangsiapa yang semakin bertambah 'ilmunya tetapi tidak bertambah petunjuknya, tidaklah ia bertambah hampir kepada Allah melainkan semakin jauh lagi."
wallahua'lam
Saturday, December 5, 2009
berakhirnya cuti sem
sekejap je masa berlalu, esok dah nak balik uia pon...alhamdulillah walaupun awal-awal cuti tu agak banyak buang masa begitu saja, hari-hari terakhir aku melewati cuti yang berbaki dengan sesuatu yang amat bermakna dan bermanfaat..
manusia ni boleh dianalogikan macam pokok gak rasanya..sebab apa? the reason is pokok perlukan air, cahaya matahari dan mineral yang cukup untuk membesar dengan baik dan seterusnya mampu menghasilkan buah yang baik..buah yang baik sudah tentu banyak memberi manfaat kepada manusia sebab ianya boleh dimakan, dijadikan ubat, or even dijual untuk dijadikan sumber pendapatan..sama juga macam manusia...manusia tetap perlukan pengisian dalam hidupnya agar ianya berguna untuk dirinya sendiri mahupun mampu memberi manfaat untuk orang disekelilingnya juga..hidup yang tak diisi dengan pengisian yang mendidik jiwa sudah tentu menyebabkan jiwa kita kosong..
erm, selalunya je menjadi topik perbualanku dan kawan-kawan kalau berjumpa dalam musim cuti sem adalah persoalan istiqamah..banyak mende yang kita boleh amalkan sewaktu di kampus tapi bila balik amalan-amalan sunat yang biasa kita buat kadang kala jadi terbantut bila berada di rumah..one more thing, bila kat kampus terasa syahdu je bila menadah tangan memohon do'a kepada Allah SWT..tapi, kalau kat rumah susah je nak feeling betul-betul waktu berdo'a even nak menangis pon susah..mungkin, kat kampus kita berhadapan dengan macam-macam ujian dan dugaan yang membuatkan kita kuat nak bergantung dengan Allah..tapi bila kat rumah seolah-olah langsung tak ada masalah..fitrah manusia pon suka dan gembira bila berada disamping keluarga..apepun, do'a Allahummarzuqnaa istiqoomah selalu je diperingatkan supaya diamalkn...
rupa-rupanya, sedar ataupun tak aku realize kat rumah cabaran dan dugaan tu lagi hebat...sebab aku kena pandai manage time dengan perkara-perkara yang bermanfaat..bila dah terlalu banyak masa yang terluang memang amat mudah nak buat perkara-perkara yang melaghokan..nak tengok tv pon kena tapis-tapis..dah terlalu banyak mende yang tak patut mengisi setiap siaran di televisyen...dah tak payah ulas lanjut rasanya sebab semua mesti dah sedia maklum..cuti dan berehat nampak macam serasi..tapi, hakikatnya dari apa yang dibaca, ceramah atau tazkirah yang didengar, selalu je cakap dunia bukan tempat untuk berehat..tapi kita nak berehat yang abadi iaitu di SYURGA ALLAH..
meaning that,umat Islam tak boleh berehat selagi mana Islam tak tertegak dan selagi itulah kerja-kerja Islam perlu dilakukan..nak buat kerja-kerja Islam bukan dengan senang lenang dan dilimpahi kemewahan tapi tentunya memerlukan perngorbanan...kalau bukan harta yang menjadi masalah mungkin kesanggupan hati untuk bekerja untuk Islam yang menjadi ujian..semoga Allah anugerahkan hidayah-Nya yang terus-menerus buat kita semua untuk menuju ke jalan yang lurus..
teringat pesan tuan guru haji hadi dalam kuliah jumaat semalam, jangan kita asyik minta do'a supaya dijauhkan dari kejahatan manusia dan jin sehingga kita lupa untuk berdo'a supaya dijauhkan dari kejahatan dari dalam diri kita sendiri..
sabda Nabi SAW: "sesungguhnya aku telah menjauhkan dunia untukmu. Janganlah engkau hidupkan dia sesudahku. Setengah kebusukan dunia adalah bahawa kederhakaan terhadap Allah ada di sana. Setengah keburukan dunia bahawa kau tidak ingat pada Akhirat kecuali dengan meninggalkannya. Ingatlah, ambillah dunia sekadarnya jangan engkau menyertainya dan beramallah. Sesungguhnya punca segala kesalahan adalah cinta dunia dan kesenangan yang sedikit yang dapat menyeret seseorang dalam derita yang panjang."
sabda baginda Nabi SAW lagi: "dunia ini penjara orang mukmin, juga syurga bagi orang kafir."
manusia ni boleh dianalogikan macam pokok gak rasanya..sebab apa? the reason is pokok perlukan air, cahaya matahari dan mineral yang cukup untuk membesar dengan baik dan seterusnya mampu menghasilkan buah yang baik..buah yang baik sudah tentu banyak memberi manfaat kepada manusia sebab ianya boleh dimakan, dijadikan ubat, or even dijual untuk dijadikan sumber pendapatan..sama juga macam manusia...manusia tetap perlukan pengisian dalam hidupnya agar ianya berguna untuk dirinya sendiri mahupun mampu memberi manfaat untuk orang disekelilingnya juga..hidup yang tak diisi dengan pengisian yang mendidik jiwa sudah tentu menyebabkan jiwa kita kosong..
erm, selalunya je menjadi topik perbualanku dan kawan-kawan kalau berjumpa dalam musim cuti sem adalah persoalan istiqamah..banyak mende yang kita boleh amalkan sewaktu di kampus tapi bila balik amalan-amalan sunat yang biasa kita buat kadang kala jadi terbantut bila berada di rumah..one more thing, bila kat kampus terasa syahdu je bila menadah tangan memohon do'a kepada Allah SWT..tapi, kalau kat rumah susah je nak feeling betul-betul waktu berdo'a even nak menangis pon susah..mungkin, kat kampus kita berhadapan dengan macam-macam ujian dan dugaan yang membuatkan kita kuat nak bergantung dengan Allah..tapi bila kat rumah seolah-olah langsung tak ada masalah..fitrah manusia pon suka dan gembira bila berada disamping keluarga..apepun, do'a Allahummarzuqnaa istiqoomah selalu je diperingatkan supaya diamalkn...
rupa-rupanya, sedar ataupun tak aku realize kat rumah cabaran dan dugaan tu lagi hebat...sebab aku kena pandai manage time dengan perkara-perkara yang bermanfaat..bila dah terlalu banyak masa yang terluang memang amat mudah nak buat perkara-perkara yang melaghokan..nak tengok tv pon kena tapis-tapis..dah terlalu banyak mende yang tak patut mengisi setiap siaran di televisyen...dah tak payah ulas lanjut rasanya sebab semua mesti dah sedia maklum..cuti dan berehat nampak macam serasi..tapi, hakikatnya dari apa yang dibaca, ceramah atau tazkirah yang didengar, selalu je cakap dunia bukan tempat untuk berehat..tapi kita nak berehat yang abadi iaitu di SYURGA ALLAH..
meaning that,umat Islam tak boleh berehat selagi mana Islam tak tertegak dan selagi itulah kerja-kerja Islam perlu dilakukan..nak buat kerja-kerja Islam bukan dengan senang lenang dan dilimpahi kemewahan tapi tentunya memerlukan perngorbanan...kalau bukan harta yang menjadi masalah mungkin kesanggupan hati untuk bekerja untuk Islam yang menjadi ujian..semoga Allah anugerahkan hidayah-Nya yang terus-menerus buat kita semua untuk menuju ke jalan yang lurus..
teringat pesan tuan guru haji hadi dalam kuliah jumaat semalam, jangan kita asyik minta do'a supaya dijauhkan dari kejahatan manusia dan jin sehingga kita lupa untuk berdo'a supaya dijauhkan dari kejahatan dari dalam diri kita sendiri..
sabda Nabi SAW: "sesungguhnya aku telah menjauhkan dunia untukmu. Janganlah engkau hidupkan dia sesudahku. Setengah kebusukan dunia adalah bahawa kederhakaan terhadap Allah ada di sana. Setengah keburukan dunia bahawa kau tidak ingat pada Akhirat kecuali dengan meninggalkannya. Ingatlah, ambillah dunia sekadarnya jangan engkau menyertainya dan beramallah. Sesungguhnya punca segala kesalahan adalah cinta dunia dan kesenangan yang sedikit yang dapat menyeret seseorang dalam derita yang panjang."
sabda baginda Nabi SAW lagi: "dunia ini penjara orang mukmin, juga syurga bagi orang kafir."
Subscribe to:
Comments (Atom)
