Friday, December 31, 2010

~refreshing mind and soul..



"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalamnya syurga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalam-nya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan, iaitu orang-orang yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya." (al-'Ankabut 29:58-59)

Kesusahan tidak semuanya seksaan dan yang paling pahit itu bukan semuanya racun..tetapi adakalanya lebih berguna daripada kesenangan yang terus-menerus..yakin pada ALLAH bukanlah mengharap terkabulnya segala harapan tetapi meletakkan keredhaan pada ketentuan-NYA..rasa bahagia dengan ujian walaupun perit..moga-moga air mata yang menitis bernilai di sisi ALLAH..seberat mana diri diuji, hebat lagi orang lain di uji..kasih sayang Allah mengiringi setiap ujian kepada hamba-NYA..pujuk diri untuk sentiasa mengingati Allah di hati dan bersangka baik dengan-NYA...

Ikhlas itu sudah pasti hanya dalam pengetahuan Allah..kita sekadar berusaha untuk mengikhlaskan niat dan mentajdidkn niat supaya tidak lari dari tujuan tunggal dalam ber'amal..tapi, keikhlasan yang sebenar hanya tetap hanya ALLAH yang menilai..pesan pada diri, berusahalah dengan ikhlas tanpa memikirkan balasan semata-mata..kerana semakin tinggi keikhlasan dalam diri, semakin tinggi pula balasan baik yang akan diperolehi dalam keadaan sedar atau tidak..kita mungkin pernah terlintas untuk berputus asa andai apa yang diusahakan tidak membuahkan hasil atau tiada tanda-tanda untuk berhasil..namun, itu tidak bermakna kita harus berhenti dari terus dan terus berusaha..untuk mendapatkan kesenangan bukan dengan melalui jalan yang senang tapi mungkin hikmah di sebalik jalan yang susah dan berliku itulah yang membuatkan kita lebih menghargai kesenangan yang kita capai atau bakal kita capai..pesan pada diri, jangan mati sebelum mati..terlalu cepat berputus asa adalah tanda orang yang putus harapan..teruskan langkah menuju akhirat..kerana perjalanan masih terlalu jauh..Allah tidak akan menguji hamba-Nya dengan suatu ujian yang tidak mampu dipikul oleh hamba yang disayangi-Nya..tetapi, ujian yg diberi pasti mampu dipikul walau diri terasa beratnya bebanan dari ujian yang datang menjengah ..kita mohon yang terbaik dari-Nya kerana kita tahu dan kita yakin hanya Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita..even diri kita sendiri, mak ayah, adik-beradik, kawan-kawan, ustaz ustazah dan sesiapa sahaja yang bergelar makhluk tidak tahu apa yang terbaik untuk kita..sandarkan pengharapan sepenuhnya pada Allah dan teguhkan kesabaran dalam berhadapan dengan setiap ujian..moga diri kita menjadi insan terpilih di sisi-NYA..

AKHIR KALAM, SEMOGA ALLAH MENJADIKAN AKHIR USIAKU SERTA ORANG-ORANG DI SAMPINGKU DENGAN SUATU KEBAIKAN DAN SEMOGA PENUTUP 'AMALKU SERTA ORANG-ORANG DISAMPINGKU JUGA DENGAN SUATU KEBAIKAN:)

Friday, December 10, 2010

perhitungan yang teliti ketika seseorang menghitung dosa..



Seorang soleh, 'Aun ibn 'Abdullah ibn 'Utbah r.a. berkata,

"Alangkah buruknya diriku kerana suatu perbuatan dosa kesenangannya telah lenyap, tetapi tanggungjawabnya masih ada, kerana perbuatanku telah ditulis oleh penulis yang tidak pernah lalai dariku..

Alangkah buruknya diriku kerana aku tidak malu kepada mereka dan tidak merasa diawasi oleh Allah s.w.t.
Aduh celakanya aku, kerana aku lupa kepada Tuhan yang tidak pernah melupakan aku..
Aduh celakanya aku, ketika aku lalai, sedangkan Dia tidak pernah melalaikan aku..
Aduh celakanya aku, mereka tetap menyimpan catatan perbuatanku, padahal aku telah melupakannya..
Aduh celakanya aku, ketika aku mengikuti nafsuku, namun dia memberi kesulitan kepadaku..
Aduh celakanya nafsuku, pada hari ini dia ingin membinasakan aku dan esok ingin memperkarakan aku..

Tuhanku, janganlah Engkau memberi kemenangan kepada nafsuku atas diriku..
Aduh celakanya aku, bagaimana cara melarikan diri dari kematian yang akan menjemputku..
Aduh celakanya diriku, mengapa aku melupakan-Nya, sedangkan Dia tidak pernah melupakan aku..

Sungguh celaka engkau, wahai nafsu, mengapa engkau melupakan Tuhan yang tidak pernah lupa..
Engkau telah diberi sesuatu yang tidak diberikan kepada orang lain..
Semua pemberian itu, di sisi Tuhanku selalu dicatat di catatan yang tidak akan lenyap dan tidak akan rosak..
Sungguh celaka kalau engkau tidak merasa takut dari pembalasan pada hari ketika setiap orang diberi balasan dari kelakuannya, justeru engkau lebih mengutamakan yang fana daripada yang kekal..

Wahai nafsu, celakalah kamu, mengapa engkau tidak merasa takut dengan keadaanmu seperti ini..
Mengapa engkau menyesal ketika engkau sakit dan engkau lalai ketika engkau sihat..
Mengapa engkau merasa susah ketika miskin dan engkau merasa tidak perlu ketika engkau kaya?
Mengapa jika keadaanmu prima engkau malas melakukan amal kebajikan?
Mengapa jika engkau diajak melakukan amal kebajikan engkau merasa malas?
Aku lihat engkau berharap sebelum engkau melakukan ibadah, mengapa engkau tidak beribadah jika mengharap pahala?

Wahai nafsu, celakalah kamu..
Mengapa engkau suka menentang?
Mengapa engkau mengatakan tentang dunia seperti orang-orang yang zuhud, tetapi engkau bersikap seperti orang-orang yang selalu mengharap dunia?
Mengapa engkau membenci kematian?
Mengapa engkau meminta yang terbanyak?
Mengapa jika engkau memberi nafkah, maka engkau hanya memberi sedikit?"

(Hilyah Al-Auliya')